Advan Workmate Ultra

Kalau dulu laptop cuma dipakai buat ngetik dan browsing, sekarang beda cerita. Tahun 2026 adalah era AI laptop, dan salah satu pemain yang cukup bikin heboh adalah Advan Workmate Ultra.

Pertanyaannya sederhana, Apakah laptop ini cuma gimmick “AI”? atau benar-benar bisa bikin kerja kamu lebih cepat, lebih pintar, dan lebih efisien?

Nah, yuk simak jawabannya berikut ini!

Advan Workmate Ultra: Laptop AI Terbaru dengan Performa Tinggi 2026: Apa yang Membuatnya Berbeda?

Kalau kita bongkar lebih dalam, konsep “AI-ready” di Advan Workmate Ultra ini bukan sekadar gimmick marketing, tapi benar-benar perubahan cara kerja laptop modern.

Nah, disini ada prosesor Intel Core Ultra 5 115U yang sudah menggabungkan tiga “otak” sekaligus: CPU, GPU, dan yang paling menarik NPU (Neural Processing Unit).

NPU inilah yang jadi pembeda utama dibanding laptop generasi sebelumnya.

Kalau biasanya semua beban kerja termasuk AI ditangani CPU atau GPU, sekarang tugas-tugas AI dipindahkan ke NPU yang memang didesain khusus untuk itu.

Lalu, bagaimana hasilnya?

Proses AI jadi jauh lebih cepat, lebih efisien, dan tidak bikin laptop cepat panas atau boros baterai.

Menariknya lagi, prosesor ini punya total performa AI hingga 21 TOPS (Trillion Operations Per Second), yang artinya mampu melakukan triliunan operasi AI setiap detik.

Angka ini mungkin terdengar “nginep di lab ilmuwan”, tapi dampaknya terasa di penggunaan sehari-hari.

Misalnya, fitur seperti background blur di video call, auto framing kamera, noise cancellation berbasis AI, sampai editing foto/video berbasis AI bisa berjalan secara real-time tanpa lag.

Bahkan beberapa fitur AI bisa tetap berjalan meskipun kamu offline, karena semuanya diproses langsung di laptop, bukan dikirim ke server cloud.

Ini penting, karena selain lebih cepat, juga lebih aman untuk data pribadi.

Selain itu, arsitektur prosesor ini juga dirancang hybrid dengan kombinasi Performance core, Efficient core, dan Low Power Efficient core.

Artinya, laptop bisa “pintar” mengatur tenaga kalau kamu lagi buka 20 tab browser + edit dokumen + meeting Zoom, sistem akan otomatis membagi tugas agar tetap responsif tapi tidak boros daya.

Di sisi lain, saat AI aktif, NPU akan mengambil alih pekerjaan berat tersebut sehingga CPU tetap ringan.

Inilah kenapa laptop AI seperti ini terasa lebih “smooth” walaupun dipakai multitasking berat.

Yang paling terasa sebenarnya bukan sekadar angka performa, tapi pengalaman pengguna. Laptop jadi terasa lebih “mengerti” kebutuhan kamu.

Contohnya, pencarian file bisa pakai bahasa natural (cukup ketik “file presentasi kemarin”), atau software bisa bantu nulis, merangkum, bahkan mengedit konten secara otomatis.

Semua itu terjadi karena AI berjalan langsung di perangkat, bukan menunggu respon internet.

Jadi, ketika dibilang “laptop ini bisa mikir lebih cepat dari laptop biasa”, itu bukan lebay memang ada “mesin berpikir tambahan” di dalamnya.

Nah intinya, perbedaan utama Advan Workmate Ultra bukan cuma di performa tinggi, tapi di cara dia memproses pekerjaan.

Kalau laptop lama itu “menjalankan perintah”, laptop AI seperti ini mulai “membantu berpikir”. Dan di tahun 2026, itu bukan lagi masa depan itu sudah jadi standar baru.

Baca Juga: Laptop Kompatibel Terbaik 2026 untuk Kerja dan Gaming

Spesifikasi Advan Workmate Ultra: Laptop AI Terbaru dengan Performa Tinggi 2026

Mari kita bedah tanpa basa-basi:

Spesifikasi Utama

Kalau kita bedah spesifikasi Advan Workmate Ultra ini secara lebih dalam, sebenarnya tiap komponen punya peran yang saling “nyambung” untuk mendukung performa AI dan multitasking modern bukan sekadar angka di brosur.

Pertama, dari sisi otak utama, laptop ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra 5 115U, yang sudah menggunakan arsitektur hybrid dengan kombinasi 8 core (2 Performance, 4 Efficient, dan 2 Low Power Efficient) serta 10 thread.

Kombinasi ini memungkinkan laptop membagi beban kerja secara cerdas misalnya, tugas berat seperti editing atau AI dijalankan oleh core performa tinggi, sementara tugas ringan seperti browsing atau background apps ditangani core hemat daya.

Bahkan, prosesor ini bisa mencapai kecepatan hingga 4.2 GHz, jadi untuk multitasking seperti buka banyak tab, meeting online, sambil kerja dokumen, tetap terasa responsif.

Masuk ke bagian grafis, laptop ini menggunakan Intel Arc Graphics, yaitu GPU terintegrasi generasi terbaru yang sudah mendukung teknologi modern seperti encoding video AV1, DirectX 12, hingga AI-based rendering.

Artinya, bukan cuma untuk tampilan biasa, tapi juga cukup mumpuni untuk editing ringan, desain grafis, bahkan gaming casual.

Dibanding generasi sebelumnya seperti Intel Iris Xe, performanya sudah lebih optimal untuk workload kreatif dan multimedia modern.

Nah, ini bagian yang paling menarik: Intel AI Boost (NPU). Komponen ini adalah “mesin AI khusus” di dalam laptop.

Dengan kemampuan hingga sekitar 11 TOPS di NPU saja (dan total sistem mencapai 21 TOPS), laptop bisa menjalankan tugas AI secara lokal tanpa harus bergantung ke cloud.

Jadi fitur seperti auto background blur, noise cancellation, hingga AI assistant seperti Copilot bisa berjalan lebih cepat, lebih hemat baterai, dan lebih aman karena data tidak selalu dikirim ke internet.

Untuk RAM, tersedia 8GB DDR5 yang sudah cukup untuk penggunaan harian dan multitasking ringan-menengah, apalagi dengan kecepatan DDR5 yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.

RAM ini bisa di-upgrade, jadi kalau kebutuhanmu naik (misalnya untuk editing atau AI tools yang lebih berat), kamu tinggal upgrade tanpa harus ganti laptop.

Di sisi penyimpanan, 256GB SSD memberikan kecepatan baca/tulis tinggi, yang berarti booting cepat, buka aplikasi instan, dan transfer file lebih gesit.

Untuk penggunaan normal seperti kerja, kuliah, atau content ringan, kapasitas ini cukup meski untuk kreator serius mungkin perlu tambahan storage eksternal.

Layar 14 inci FHD+ IPS dengan rasio 16:10 juga jadi nilai plus. Kenapa? Karena rasio ini memberikan ruang vertikal lebih luas dibanding 16:9, jadi lebih nyaman untuk kerja dokumen, coding, atau browsing panjang.

Panel IPS juga memastikan warna tetap akurat dan sudut pandang luas penting buat desain atau sekadar nonton Netflix tanpa warna “pudar”.

Dari segi mobilitas, bobot di bawah 1.5 kg membuat laptop ini ringan dan gampang dibawa ke mana-mana.

Ditambah baterai 6000 mAh, yang didukung efisiensi arsitektur Intel Core Ultra, membuat daya tahan lebih optimal untuk kerja seharian tanpa sering colok charger.

Terakhir, dengan Windows 11, laptop ini sudah siap menjalankan ekosistem AI modern seperti Copilot, integrasi AI di Office, hingga berbagai aplikasi berbasis machine learning.

Bahkan, banyak fitur Windows terbaru memang dirancang untuk memanfaatkan NPU, jadi performanya akan terasa maksimal di perangkat seperti ini.

Jadi kalau dirangkum, spesifikasi Advan Workmate Ultra ini bukan sekadar “lumayan kencang”, tapi memang dirancang untuk era baru: laptop yang tidak hanya menjalankan aplikasi, tapi juga membantu berpikir, menganalisis, dan mengotomatisasi pekerjaan berbasis AI.

Pilihan Produk Advan Workmate Ultra (Best Deals)

Berikut ini penjelasan apa saja produk Advan Workmate Ultra

Laptop Advan Workmate Ultra 8GB 256GB Windows 11

Produk Advan Workmate Ultra 8GB 256GB Windows 11 merupakan salah satu pilihan laptop modern yang dirancang untuk kebutuhan kerja harian hingga multitasking ringan dengan performa yang cukup bertenaga.

Laptop ini umumnya sudah dibekali prosesor Intel generasi terbaru seperti Intel Ultra 5 115U yang mendukung teknologi AI Boost, sehingga mampu menjalankan berbagai aplikasi produktivitas dengan lebih efisien dan responsif.

Dukungan RAM 8GB serta penyimpanan SSD 256GB membuat proses membuka aplikasi, berpindah tugas, hingga menyimpan data terasa cepat tanpa hambatan berarti.

Selain itu, laptop ini sudah dilengkapi sistem operasi Windows 11 original, sehingga pengguna tidak perlu repot melakukan instalasi ulang dan bisa langsung digunakan untuk bekerja, belajar, maupun aktivitas digital lainnya.

Dengan desain yang ringan (di bawah 1,5 kg) dan layar 14 inci beresolusi FHD+ yang luas dan nyaman di mata, perangkat ini sangat cocok untuk pekerja kantoran, mahasiswa, maupun freelancer yang membutuhkan laptop praktis dengan performa stabil di kisaran harga Rp 8 jutaan.

Advan Workmate Ultra Intel Ultra 5 115U

Laptop ini sudah dibekali prosesor Intel Core Ultra 5 115U yang termasuk generasi terbaru dengan dukungan AI Boost (NPU), sehingga tidak hanya cepat untuk pekerjaan kantoran biasa seperti Microsoft Office, browsing, dan meeting online, tetapi juga mulai siap menangani aplikasi berbasis AI seperti Copilot atau tools produktivitas modern lainnya.

Selain itu, kombinasi RAM 8GB DDR5 dan SSD 256GB membuat performanya terasa responsif untuk multitasking ringan hingga menengah, tanpa lag yang mengganggu.

Dari sisi desain, laptop ini mengusung layar 14 inci FHD+ dengan rasio 16:10, yang memberikan area kerja lebih luas dibanding layar standar ini sangat membantu saat membuka banyak dokumen atau tab sekaligus.

Bobotnya yang ringan (di bawah 1,5 kg) juga membuatnya praktis dibawa ke kantor, kampus, atau kerja remote di kafe tanpa terasa membebani.

Ditambah lagi, baterai berkapasitas cukup besar dan dukungan charging USB Type-C membuat penggunaan sehari-hari jadi lebih fleksibel dan efisien.

Secara keseluruhan, varian ini sangat cocok untuk pengguna seperti karyawan kantoran, mahasiswa, hingga freelancer yang membutuhkan laptop kencang, ringan, dan sudah siap menghadapi tren AI tanpa harus mengeluarkan budget belasan juta.

Advan Workmate Ultra Intel Ultra 5 115U

Secara umum, varian ini dibanderol di kisaran harga sekitar Rp7,8 jutaan hingga Rp8 jutaan, menjadikannya salah satu laptop berbasis Intel Core Ultra paling terjangkau di pasaran saat ini.

Dengan harga tersebut, pengguna sudah mendapatkan prosesor Intel Ultra 5 115U yang dilengkapi teknologi AI Boost (NPU), sehingga mampu menjalankan aplikasi modern seperti AI assistant, multitasking berat, hingga produktivitas harian dengan lebih responsif .

Dari sisi spesifikasi, laptop ini hadir dengan RAM 8GB dan SSD 256GB yang cukup untuk kebutuhan kerja kantoran, kuliah, hingga editing ringan.

Layarnya berukuran 14 inci dengan resolusi FHD+ dan rasio 16:10, memberikan area kerja yang lebih luas dibandingkan layar standar, sehingga nyaman digunakan untuk membuka banyak dokumen atau aplikasi sekaligus.

Ditambah lagi, bobotnya yang ringan (kurang dari 1,5 kg) membuat laptop ini sangat praktis dibawa ke mana-mana cocok untuk pekerja mobile atau mahasiswa aktif.

Menariknya, Advan juga menyematkan fitur baterai berkapasitas besar yang cukup awet untuk penggunaan seharian, serta sudah dilengkapi Windows 11 original, sehingga pengguna tidak perlu repot instal ulang dari awal.

Dengan semua keunggulan tersebut, tidak heran jika produk ini sering disebut sebagai pilihan “value for money” terbaik di kelas laptop AI entry-level saat ini.

Advan Workmate Ultra Intel Ultra 5 115U

Advan Workmate Ultra: Laptop AI Terbaru dengan Performa Tinggi 2026: Kenapa AI Itu Penting?

Kalau dipikir-pikir, sekarang hampir semua aktivitas digital kita sudah “disentuh” AI mulai dari pakai ChatGPT, edit foto otomatis, sampai subtitle video instan.

Artinya, kebutuhan komputasi kita juga ikut berubah. Masalahnya, laptop biasa sering kewalahan: mulai dari lemot saat buka aplikasi AI, cepat panas karena beban berat di CPU/GPU, sampai baterai cepat habis.

Di sinilah Advan Workmate Ultra Intel Ultra 5 115U hadir sebagai solusi.

Laptop ini sudah dibekali NPU (Neural Processing Unit) dengan teknologi Intel AI Boost, yang memang dirancang khusus untuk menangani tugas-tugas AI secara efisien, bahkan mencapai performa hingga sekitar 21 TOPS.

Dengan adanya NPU, proses AI tidak lagi “ditumpuk” di CPU atau GPU saja.

Hasilnya? Kinerja jadi lebih cepat, respons lebih halus, dan konsumsi daya jauh lebih hemat.

Jadi saat kamu pakai AI untuk editing, multitasking, atau kerja kreatif, laptop tetap adem dan stabil.

Inilah alasan kenapa AI bukan sekadar fitur tambahan, tapi sudah jadi kebutuhan dan Workmate Ultra dirancang untuk menjawab kebutuhan itu dengan performa yang lebih efisien dan future ready.

Siapa yang Cocok Pakai Advan Workmate Ultra?

Laptop ini paling cocok untuk mahasiswa produktif, freelancer digital, content creator ringan, remote worker, hingga pelaku UMKM yang sudah mulai masuk ke dunia digital.

Kenapa? Karena kebutuhan mereka itu mirip: buka banyak aplikasi sekaligus, kerja cepat, kadang pakai tools AI, tapi tetap butuh perangkat yang ringan dan hemat baterai.

Workmate Ultra memang diposisikan untuk segmen ini mulai dari pelajar, profesional muda, sampai UMKM yang ingin memanfaatkan teknologi AI tanpa harus keluar budget besar.

Dengan dukungan prosesor Intel Core Ultra 5 115U dan teknologi AI Boost (NPU), laptop ini mampu menjalankan multitasking dan aplikasi berbasis AI dengan lebih cepat, responsif, dan efisien.

Artinya, saat kamu buka banyak tab, edit konten ringan, atau pakai tools AI seperti chatbot dan editing otomatis, performanya tetap stabil tanpa terasa berat.

Singkatnya, kalau kebutuhanmu fokus ke produktifitas, multitasking, dan workflow berbasis AI, laptop ini bukan sekadar “cocok” tapi memang dibuat untuk itu.

Advan Workmate Ultra: Detail Kecil yang Berdampak Besar

Dengan layar 14 inci FHD+ berasio 16:10, tampilan jadi lebih tinggi dibanding layar standar 16:9, sehingga area kerja terasa lebih luas dan lega.

Efeknya mungkin tidak langsung terasa di awal, tapi begitu dipakai untuk aktivitas seperti coding, menulis, atau desain, kamu akan sadar satu hal: scrolling jadi jauh lebih sedikit.

Kamu bisa melihat lebih banyak baris kode, paragraf, atau layout desain dalam satu layar tanpa harus bolak-balik geser.

Selain itu, panel IPS yang digunakan juga membuat tampilan tetap nyaman dilihat dari berbagai sudut, jadi enak untuk kerja lama atau kolaborasi bareng tim.

Kombinasi layar yang lebih tinggi, area kerja lebih luas, dan visual yang stabil ini bikin Workmate Ultra terasa “lebih produktif” tanpa harus upgrade ke layar yang lebih besar.

Baterai & Mobilitas

Laptop ini dibekali baterai berkapasitas 6000 mAh, yang dirancang untuk penggunaan lebih lama tanpa harus bolak-balik cari colokan.

Artinya, buat kamu yang sering kerja di kafe, coworking space, atau bahkan pindah-pindah lokasi, Workmate Ultra sudah cukup “tahan tempur” untuk aktivitas harian.

Ditambah lagi, bobotnya yang kurang dari 1,5 kg membuatnya ringan dibawa ke mana saja tanpa bikin pundak terasa pegal, bahkan saat masuk tas seharian .

Yang makin menarik, laptop ini sudah mendukung charging via USB Type-C (PD 45W) . Kenapa ini penting? Karena kamu tidak lagi bergantung pada charger bawaan saja.

Kamu bisa pakai charger universal, bahkan power bank tertentu yang support PD. Praktis banget satu charger bisa untuk laptop, HP, bahkan tablet.

Jadi kalau dirangkum, kombinasi baterai besar, desain ringan, dan fleksibilitas charging ini bikin Workmate Ultra benar-benar cocok untuk gaya kerja modern: mobile, fleksibel, dan tidak ribet.

Harga: Murah Tapi Tidak Murahan?

Dengan banderol resmi di kisaran Rp8 jutaan, laptop ini masuk kategori yang sangat kompetitif, apalagi untuk perangkat yang sudah “AI-ready” dengan prosesor Intel Core Ultra dan NPU bawaan.

Secara posisi pasar, Workmate Ultra memang ditujukan untuk segmen entry-level hingga early mid-range, sehingga harganya dibuat lebih terjangkau dibanding laptop AI dari brand global.

Bahkan, Advan sendiri menekankan bahwa mereka ingin menghadirkan teknologi AI yang lebih inklusif bisa diakses pelajar, UMKM, hingga profesional tanpa harus keluar biaya besar .

Kalau dibandingkan dengan laptop AI dari brand internasional yang umumnya berada di rentang Rp15–25 jutaan, harga 8 jutaan jelas terasa “murah”.

Tapi pertanyaannya: apakah ini murahan? Tidak juga. Karena di harga tersebut, kamu sudah mendapatkan performa AI hingga sekitar 21 TOPS dengan dukungan Intel AI Boost, yang cukup untuk kebutuhan produktivitas modern dan workflow berbasis AI.

Jadi kesimpulannya sederhana: Workmate Ultra itu worth it, tapi untuk segmen yang tepat.

Kalau kamu butuh laptop untuk kerja produktif, multitasking, dan mulai masuk ke dunia AI tanpa budget besar, ini pilihan yang sangat rasional.

Tapi, kalau ekspektasimu sudah ke level workstation berat atau editing profesional kelas tinggi, tentu kamu perlu naik kelas ke laptop yang lebih mahal.

Kekurangan yang Perlu Kamu Tahu

Pertama, dari sisi performa, laptop ini memang bukan dibuat untuk kerja berat ekstrem seperti gaming AAA, editing video 4K hardcore, atau 3D rendering kompleks.

Walaupun sudah dibekali Intel Core Ultra 5 115U dengan AI Boost hingga 21 TOPS, performanya tetap diarahkan ke produktivitas dan efisiensi, bukan power maksimal seperti laptop kelas high-end.

Jadi kalau kamu berharap performa “monster”, jelas bukan di sini tempatnya.

Kedua, RAM bawaan 8GB DDR5 memang cukup untuk kerja harian, multitasking ringan, dan aplikasi AI dasar, tapi untuk penggunaan lebih berat atau jangka panjang, upgrade jadi kebutuhan yang realistis.

Untungnya, laptop ini masih menyediakan slot tambahan, jadi masih ada ruang untuk berkembang.

Ketiga, soal brand ini agak subjektif tapi tetap relevan. Sebagai brand lokal, Advan kadang masih menghadapi persepsi soal kualitas dibanding brand global.

Walaupun sekarang kualitasnya sudah jauh meningkat dan bahkan mulai menyasar segmen profesional dan pelajar modern , sebagian orang masih punya “keraguan lama”.

Tapi di sinilah poin pentingnya: Workmate Ultra tidak dibuat untuk jadi laptop paling kencang, tapi untuk jadi laptop paling efisien di kelasnya.

Fokusnya ada di produktivitas, multitasking, dan workflow berbasis AI yang ringan hingga menengah.

Jadi selama kamu masuk ke segmen pengguna yang tepat, kekurangan tadi bukan deal-breaker justru masih sangat bisa dimaklumi.

Intinya, haruskah kamu beli advan workmate Ultra? Ya kalau kamu butuh laptop untuk kerja modern + AI → YA. Kalau kamu gamer hardcore → TIDAK.

Laptop ini bukan sekadar device. Ini adalah alat kerja masa depan. Dan untuk harga 8 jutaan? Sulit cari yang seimbang seperti ini.

FAQ

1. Apakah Advan Workmate Ultra cocok untuk coding?

Ya, sangat cocok. Layar 16:10 dan performa multitasking membantu developer bekerja lebih nyaman.

2. Bisa untuk editing video?

Bisa, tapi untuk level ringan hingga menengah. Untuk 4K heavy editing, kurang optimal.

3. Apakah AI di laptop ini benar-benar berguna?

Ya. AI membantu task seperti writing, editing, dan automation jadi lebih cepat.

4. Apakah RAM bisa di-upgrade?

Ya, tersedia slot tambahan untuk upgrade.

5. Apakah laptop ini tahan lama?

Untuk penggunaan normal (kerja, belajar, AI), cukup awet dan efisien.

6. Apakah cocok untuk mahasiswa?

Sangat cocok, terutama untuk yang produktif dan sering multitasking.

7. Bagaimana dibanding laptop mahal?

Lebih murah, tapi performa AI-nya tetap kompetitif di kelasnya.

8. Apakah ada fingerprint atau fitur premium lain?

Fitur standar tersedia, tapi bukan fokus utama laptop ini.

9. Apakah bisa untuk gaming?

Bisa untuk game ringan, tapi bukan gaming laptop.

10. Apakah ini laptop terbaik di harga 8 jutaan?

Untuk kategori laptop AI, ini salah satu yang terbaik saat ini.