harga ssd nvme 512gb

Artikel ini menjelaskan panduan harga SSD NVMe 512GB super lengkap, engaging, lucu, dan profesional yang bakal bikin kamu ngerti harga, perbandingan, sampai tips smart buying. Yuk simak berikut!

Kenapa SSD Ini Tetap Relevan di 2026?

Mari kita mulai sedikit bertanya: kenapa SSD NVMe 512GB? Kenapa bukan 256GB atau 1TB?

Kalau kamu pernah merasakan komputer yang loading lambat, itu bukan cuma drama hidup.

Itu karena masih pakai HDD atau SSD lawas. SSD NVMe itu game changer bukan sekadar upgrade, tapi transformasi digital di laptop atau PC kamu.

SSD NVMe 512GB itu seperti kamu punya rak cepat yang bisa mengambil barang sebelum kamu sempat bilang “eh tadi dimana ya” kecepatan baca/tulis jauh lebih tinggi dibanding SATA SSD lawas.

Nah, pertanyaannya: berapa sih banderolnya di pasar Indonesia tahun 2026? Mari kita lihat daftar varian yang lagi ramai diburu.

Baca Juga: Harga RAM Laptop 8GB Terbaru 2026: Update Semua Merek!

Harga SSD NVMe 512GB Terbaru 2026

Berikut harga pasar yang tengah update per Januari 2026:

Lexar Nm620 SSD M.2

Produk Ssd Lexar Nm620 512GB M.2 2280 NVMe PCIe Gen3x4, sebuah SSD NVMe berkapasitas 512 GB dengan faktor bentuk M.2 2280 dan interface PCIe Gen3x4.

Produk ini termasuk dalam kelas internal NVMe SSD yang banyak dipakai untuk meningkatkan performa laptop atau PC dari HDD/SSD lama ke kecepatan baca/tulis jauh lebih tinggi.

Untuk harganya sendiri – ± Rp 1 Jutaan

SSD M2 NVME RX7

SSD M2 NVMe RX7 adalah salah satu model solid-state drive (SSD) berformat M.2 NVMe yang banyak dijual di pasar Indonesia sebagai opsi penyimpanan cepat untuk laptop dan PC.

Produk ini biasanya dipasarkan dalam berbagai kapasitas termasuk 512GB yang kamu sebutkan dan hadir dengan interface PCIe Express 3.0 NVMe, bukan SATA biasa.

Itu artinya, SSD ini bisa lebih cepat dibanding SSD SATA tradisional tanpa heatsink, alias performanya naik signifikan terutama saat boot sistem atau membuka aplikasi besar.

Untuk harganya sendiri – ± Rp 800 ribu – 1 jutaan.

Solid State Drive V‑GeN 512GB NVMe

Solid State Drive V‑GeN 512GB M.2 NVMe PCIe Gen 3.0 adalah sebuah SSD tipe NVMe (Non-Volatile Memory Express) dengan kapasitas 512GB yang menggunakan interface PCIe Gen3 x4 dan format M.2 2280 format standar SSD laptop/deskop modern.

Untuk harganya sendiri – ± 1 juta hingga 1.5 jutaan.

Patriot SSD NVMe G3 512GB P3 00P512GM28All-Rounder Entry-Mid

SSD Patriot P300 M.2 2280 NVMe 512GB PCIe Gen3x4 adalah contoh all-rounder SSD NVMe 512GB yang sering direkomendasikan untuk pengguna entry-mid alias bukan yang super mahal, tapi performanya jelas lebih cepat daripada HDD atau SSD SATA biasa.

SSD ini hadir dalam form factor M.2 2280, ukuran standar yang bisa langsung kamu pasang ke slot NVMe pada laptop atau motherboard PC modern tanpa perlu kabel.

Desain M.2 itu sederhana, rapih, dan hemat ruang, cocok buat kamu yang ingin upgrade storage tanpa ribet.

Di bagian interface, SSD ini memakai PCIe Gen3 x4 dengan protokol NVMe 1.3, yang berarti ia memanfaatkan jalur PCIe 3.0 sebanyak empat lane untuk mentransfer data jauh lebih cepat dibanding SSD SATA tradisional yang kecepatannya terbatas sekitar ~500 MB/s.

Dengan setup PCIe Gen3 ini, Patriot P300 mampu mencapai sequential read sampai sekitar 1.700 MB/s dan write sampai 1.100 MB/s pada versi 512 GB-nya, yang sudah terasa signifikan saat booting sistem, membuka aplikasi, atau loading file besar sehari-hari.

Kelebihan lain SSD ini adalah konsumsi dayanya yang rendah makanya sangat cocok jika dipasang di laptop karena tidak cepat menguras baterai serta teknologi seperti NANDXtend ECC dan HMB (Host Memory Buffer) yang membantu stabilitas dan umur pakainya.

Untuk pengalaman pengguna, SSD ini ideal kalau kamu ingin responsivitas lebih baik saat menjalankan Windows, membuka banyak aplikasi, atau bermain game ringan sampai menengah tanpa perlu biaya selangit.

Dan karena umumnya datang dengan garansi resmi beberapa tahun, kamu juga merasa lebih tenang kalau suatu saat ada masalah.

Kalau dibayangkan, ini seperti mengganti sepeda ontel lama kamu dengan motor matic kecil yang gesit bukan hypersport, tapi sudah bikin hidup harian jauh lebih cepat dan menyenangkan.

Untuk harganya sendiri ± Rp 700 – Rp 1 jutaan tergantung toko & promo.

Patriot P300P SSD M.2 / SSD Patriot P300 512GB M2 NVMe Gen 3×4 — Versi Patriot yang Laris & Terjangkau

Kalau versi P300 berbeda nama sedikit, intinya tetap sama keluarga Patriot, cuma varian dan harga bisa beda di tiap marketplace.

Ini tetap cocok buat yang ingin performa “ngacir tanpa mahal”.

Apa yang bisa kamu harapkan:

  • Kecepatan baca/tulis sekitar ~1700/1100 MB/s, jauh lebih cepat dibanding SSD SATA biasa.
  • Dirancang untuk boot, load game, transfer file, dan multitasking ringan sampai moderat.
  • Menggunakan interface NVMe Gen3 x4, jadi performanya tidak bottleneck kalau dibandingkan SATA.

Untuk harganya sendiri sekitar Rp 800 hingga Rp 1 jutaan

Lalu, kenapa ini populer? Karena kombinasi harga & performa yang pas buat upgrade storage laptop/PC tanpa bikin kantong bolong.

Kalau kamu lagi rakit PC budget atau upgrade laptop kerja harian, ini sering jadi rekomendasi sweet spot.

Walau kecepatannya lebih rendah dibanding SSD Gen4, tapi buat banyak pekerjaan real world (Windows, aplikasi, game populer), sudah lebih dari cukup.

ADATA LEGEND 900 512GB NVME PCIe Gen4x4 / SSD 512GB — Si Jet-Engine NVMe Gen4

Sekarang kita masuk ke kelas yang lebih serius. Ini bukan SSD biasa ini SSD dengan interface PCIe Gen4 x4, yang berarti kencang banget jika dipasang di perangkat yang mendukung.

Adapun spesifikasi unggulan yaitu:

  • PCIe Gen4 x4 NVMe 1.4, lebih cepat dari Gen3 (Gen4 bisa dua kali lipat atau lebih kecepatan teoritisnya).
  • Kecepatan baca sampai 7,000 MB/s dan tulis sekitar 5,400 MB/s. Untuk konteks: ini kecepatannya sudah selevel dengan SSD kelas tinggi yang sering dipakai untuk workload berat seperti editing video 4K/8K atau kebutuhan kreator pro.
  • Teknologi canggih seperti SLC caching, LDPC ECC, dan HMB buat stabilitas & keawetan lebih baik.
  • Garansi panjang (umumnya sampai 5 tahun).

Untuk harganya sendiri sekitar: ± Rp 700 hingga Rp 1 juta ke atas di pasar Indonesia.

Lalu, kapan harus pilih ini?

  • Punya laptop/PC yang mendukung PCIe Gen4
  • Pengen speed boost signifikan untuk kerja berat seperti video editing, desain 3D, atau gaming dengan file besar
  • Pengin storage yang future-proof kira-kira beberapa tahun ke depan

Seperti yang Anda lihat, tersedia pilihan mulai dari yang sangat ekonomis hingga yang menawarkan kinerja premium.

Ini baru pendahuluannya pada bagian selanjutnya, kami akan mengupas tuntas semuanya!

SSD Murah vs SSD Premium: Beda Gak Sih?

Bayangin ini: kamu pilih antara Burger biasa dan Wagyu. Dua-duanya burger, tapi rasanya dan pengalamannya beda banget, kan?

Kalau kita bandingkan SSD:

Model Entry Level (Budget SSD)

Varian entry level seperti SSD M.2 NVMe Bestoss 512GB ini sebenarnya sangat lucu kalau dipikir dia ibarat sepatu olahraga murah yang tetap bisa bikin kamu lari jauh, meskipun bukan sprint juara dunia.

Harga model Bestoss sering berada di kisaran ± Rp 500 ribu sampai Rp 800 ribu di marketplace Indonesia, dan itu sudah termasuk kategori budget SSD NVMe yang menarik banget buat upgrade dari HDD atau SSD SATA lawas.

Kenapa harganya bisa murah? Salah satu faktornya adalah merk yang cenderung no-name alias bukan brand premium.

Walaupun begitu, SSD ini tetap menggunakan interface NVMe lewat PCIe Gen3x4 dan form factor M.2 2280, yang artinya dia bisa dipasang langsung ke slot SSD laptop/PC modern tanpa kabel ribet. Itu bikin performanya tetap nampol dibanding SSD SATA biasa, terutama saat booting Windows, membuka aplikasi, atau load game ringan lho, perubahan dari HDD ke NVMe itu sudah signifikan banget.

Tapi, seperti semua hal murah, tentu ada kompromi. Kecepatan read/write yang ditawarkan SSD entry level biasanya lebih rendah dibandingkan varian kelas tengah atau premium.

SSD murah sering kali tidak punya DRAM cache sebuah memori kecil khusus yang membantu SSD mengelola lokasi data lebih cepat sehingga ketika banyak data aktif yang harus dikelola sekaligus, kinerjanya bisa terasa terseret.

Kehadiran DRAM biasanya bikin SSD lebih gesit saat bekerja berat, sementara SSD tanpa DRAM memanfaatkan apa yang disebut Host Memory Buffer (HMB) yang meminjam sedikit RAM dari sistem, tapi performanya tetap biasanya kurang konsisten dibanding model yang punya DRAM sendiri.

Cocok untuk pengguna kasual atau upgrade dari HDD. Namun, jika kamu sering menjalankan banyak aplikasi berat secara bersamaan, ini bisa jadi kurang optimal.

Model Mid to High (Balanced & Kilat)

SSD M.2 NVMe kelas mid-to-high seperti Samsung PM9A1 M.2 SSD atau Orico M.2 NVMe V500 yang sering dijual di kisaran harga sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 1,1 juta menawarkan keseimbangan performa dan harga yang ideal buat banyak pengguna.

Karena memakai interface NVMe yang langsung terhubung lewat jalur PCIe, SSD ini punya kecepatan baca-tulis jauh di atas SSD SATA tradisional sehingga loading sistem, aplikasi, dan file besar jadi lebih cepat dan responsif.

Keuntungan utamanya adalah performa yang lebih stabil saat menjalankan berbagai tugas sekaligus, termasuk gaming, content creation ringan, dan penggunaan harian yang dinamis, karena banyak model di kelas ini sudah dibekali teknologi seperti DRAM atau cache yang membantu meningkatkan kecepatan random read/write serta multitasking tanpa lag besar.

Selain itu, SSD NVMe juga punya latensi lebih rendah dan respons lebih cepat, membuat pengalaman komputasi terasa lebih lancar secara keseluruhan.

Kekurangannya, tentu saja harganya sedikit lebih tinggi dibanding SSD budget entry-level, tetapi peningkatan performa dan responsivitas yang kamu dapat biasanya sebanding dengan investasi tersebut.

SSD M.2 NVMe kelas mid-to-high seperti Samsung PM9A1 M.2 SSD

Model Premium / High End

SSD premium / high-end adalah pilihan storage kelas atas yang biasanya dibanderol di atas Rp 1,4 jutaan dan dirancang buat pengguna yang butuh performa tinggi dan kecepatan konsisten untuk tugas-tugas berat.

Misalnya, Samsung 990 Pro SSD M.2 MZ‑V9P atau ADATA SSD NVMe Gen4 LEGEND 900 1TB PCIe 4.0 M.2 serta ORICO O7000 7000MB/s PCIe 4.0 M.2 NVMe SSD dan Lexar Nm790 NVMe PCIe 2TB yang masuk kategori ini menawarkan kecepatan baca/tulis jauh lebih tinggi dan stabil dibanding SSD kelas rendah atau menengah.

Karena banyak model high-end memakai teknologi PCIe Gen4 atau lebih tinggi plus controller dan NAND berkualitas, transfer data besar seperti file video 4K, project editing berat, rendering konten, atau kerja profesional lain bisa berjalan lebih cepat dan minim bottleneck, terutama saat harus mengakses atau memindahkan banyak data sekaligus.

Keuntungan utama SSD premium adalah kinerja yang lebih konsisten dan throughput tinggi meskipun dalam beban kerja intens, yang membuatnya cocok dipasang di sistem yang sering menangani file besar dan aktivitas berat setiap hari.

Namun, seperti yang sering terjadi pada komponen kelas atas, harga cenderung lebih tinggi dibanding kebutuhan rata-rata pengguna sehari-hari artinya mungkin overkill untuk tugas ringan seperti browsing atau office biasa tetapi investasi ini akan terasa sebanding kalau kamu butuh performa maksimal dan reliabilitas tinggi untuk kerja profesional atau konten creator.

Intinya, kalau kamu cuma butuh upgrade biasa: ambil yang mid-range.

Kalau laptop/PC sudah agak tua: tidak usah terlalu mahal dulu. Tapi kalau kamu kerja berat atau pengin performa maksimal? Ya pertimbangin model premium.

Tips Membeli SSD NVMe Tanpa Nyesel

Sekarang pertanyaan yang serius: Apa saja yang harus kamu cek sebelum beli SSD NVMe 512GB?

1. Kompatibilitas Laptop/PC

Pertama, apakah perangkat kamu mendukung NVMe SSD?

Beberapa laptop lawas cuma punya slot SATA M.2 atau bahkan 2.5″ HDD/SSD saja. Pastikan slotnya mendukung NVMe (ada kata “PCIe”, bukan cuma SATA). Kalau salah beli, bisa nangis.

2. PCIe Gen Berapa?

  • PCIe Gen3: umum, masih cepat banget
  • PCIe Gen4: lebih cepat lagi
  • Gen5: super kenceng tapi belum banyak perangkat yang mendukungnya
    FYI: Gen4 bisa 2x lebih kenceng dari Gen3 secara teoritis. Tapi kalau laptop kamu cuma Gen3? Ya otomatis terbatas oleh interface itu.

3. Kecepatan Read/Write

Saat memilih SSD NVMe, perhatikan angka kecepatan baca (read) dan tulis (write) yang tercantum di spesifikasi, karena angka-angka ini memberi gambaran seberapa cepat SSD dapat membuka file dan memindahkan data semakin tinggi angkanya, biasanya semakin responsif performanya dalam penggunaan sehari-hari.

SSD kelas entri sering kali punya kecepatan baca/tulis sekuensial di kisaran sekitar ~1.800 MB/s, sedangkan model yang lebih cepat terutama generasi PCIe 4.0 bisa mencapai ~3.000 MB/s atau lebih, yang menghasilkan pengalaman loading file, sistem, dan aplikasi jadi jauh lebih cepat dan lancar.

Namun, yang sering ditonjolkan pabrikan adalah angka kecepatan sekuensial terbaiknya; dalam praktik sehari-hari, kecepatan akses acak (random IOPS) juga penting, terutama untuk booting sistem dan membuka banyak file kecil secara cepat, sehingga tidak cukup hanya melihat angka puncak sekuensial saja.

Dengan memperhatikan kedua hal ini, kamu bisa memilih SSD NVMe yang sesuai kebutuhan tanpa menyesal karena performanya terlalu lambat atau kurang optimal untuk tugas yang kamu perlukan.

4. Garansi dan Brand

.Terkadang, SSD yang lebih terjangkau tidak menawarkan garansi yang lama, atau kualitasnya tidak stabil.

Pastikan untuk membaca ulasan dan memeriksa garansi pabrik terlebih dahulu, karena jika rusak setelah beberapa bulan, hal itu bisa sangat mengecewakan.

Rekomendasi SSD NVMe Berdasarkan Kebutuhan Kamu

Kita semua punya kebutuhan yang berbeda. Jadi berikut ini adalah rekomendasi berdasarkan “persona” pengguna.

Pengguna Ringan

Kamu cuma pakai laptop untuk browsing, Netflix, Office, tugas sekolah:

  • Ambil SSD kelas entry – mid sekitar Rp 500 rb – Rp 900 rb
  • Sudah cukup cepat dan hemat

Contoh: SSD M.2 NVME Bestoss 512GB, harga sangat bersahabat.

Gamer / Power User

Kamu suka gaming atau editing ringan:

  • Cari model mid – premium
  • Harga kisaran Rp 800 rb – Rp 1.5 jt
  • Kecepatan lebih tinggi bikin loading game lebih cepat

Contoh: Lexar Nm620 SSD M.2, SSD M2 NVME RX7.

Kreator / Pro

Kamu pakai aplikasi berat (video editing, desain 3D):

  • Pilih model premium
  • Kecepatan baca/tulis lebih tinggi
  • Investasi buat masa depan

Contoh: Solid State Drive V‑GeN 512GB NVMe.

Solid State Drive V‑GeN 512GB NVMe.

Kamu sekarang sudah tahu mulai dari kisaran harga SSD NVMe 512GB terbaru di pasar Indonesia (jadinya tidak kena tipu harga jual). Perbedaan antara SSD murah vs premium, tips membeli biar gak salah pilih, dan rekomendasi sesuai kebutuhan

Nah, jangan cuma lihat harga. Cek kecepatan, kompatibilitas, review, dan garansi, biar uang kamu terpakai pintar, bukan cuma cepat habis.

FAQ

1. Apa bedanya SSD NVMe dan SSD biasa?

SSD NVMe menggunakan interface PCIe yang jauh lebih cepat dibanding SATA SSD. Itu berarti kamu buka aplikasi dan booting sistem lebih cepat.

2. Apakah semua laptop mendukung SSD NVMe 512GB?

Tidak. Kamu harus memastikan laptop/PC punya slot M.2 dengan dukungan NVMe (PCIe). Kalau cuma M.2 SATA, berarti nggak kompatibel.

3. Apakah kapasitas 512GB cukup di 2026?

Iya! Untuk banyak pengguna 512GB sudah cukup untuk sistem operasi + aplikasi + game populer. Tapi kalau kamu simpan banyak file besar (video 4K), mungkin perlu 1TB.

4. Haruskah saya memilih PCIe Gen4 kalau Gen3 lebih murah?

Kalau perangkat support Gen4 dan kamu pakai tugas berat, iya pilih Gen4. Tapi kalau laptop cuma Gen3, lebih baik pilih model Gen3 yang masih cepat dan terjangkau.

5. Apakah SSD murah jelek?

Enggak selalu. Banyak SSD murah yang cukup cepat buat tugas harian. Tantangannya: kualitas & keawetan bisa beda, jadi jangan lupa cek review dan garansi.

6. Apakah SSD NVMe akan cepat panas?

Beberapa model bisa lebih hangat dari SATA. Tapi rata-rata laptop/PC modern punya aliran udara cukup buat mengatasinya.

7. Apakah SSD NVMe 512GB cocok untuk gaming?

Sangat cocok! Load time lebih cepat dibanding HDD tradisional dan banyak SATA SSD. Tapi kualitas game juga tergantung GPU & CPU.

8. Apa arti angka kecepatan read/write?

Itu menunjukkan seberapa cepat SSD membaca / menulis data. Angka lebih tinggi = umumnya performa lebih gesit.

9. Apakah 512GB SSD cukup buat Windows + aplikasi berat?

Ya, cukup. Windows dan aplikasi bisa muat dengan lega, tapi kalau banyak game besar bisa mendekati batas kapasitas.

10. Bagaimana cara merawat SSD agar awet?

Jangan sering-sering isi penuh sampai 100%. Sisakan ruang kosong dan jangan cabut sewaktu SSD masih aktif.